Langsung ke konten utama

Semesta pertama dan terakhirku


Alhamdulilah, akhirnya sekian lama saya menunggu kapan waktu yang pas untuk kembali menonton film nih. Karena terakhir nonton bersama teman-teman itu sekitar tahun lalu. Sampai kini saya telah berbadan dua di berikan undangan nonton  film Ambu bersama teman-teman blogger crony.

Kalau tak salah ingat sih sekitar Oktober tuh film Ambu ini sudah di infokan melalui instagramnya dan juga pada blogger. Bahwasannya akan tayang pada bulan Januari. Namun rupanya belum ada tuh di bioskop film nya. Kirain saya tuh ga jadi tayang atau bagaimana. Soalnya memang menunggu banget.


Film Ambu ini diperankan oleh artis kawakan ya tentu kita kenal, ada Laudya Cntya Bella, Baim Wong dan Widyawati. Yang lainnya saya lupa namanya. Hihihi!

Nah lalu alur ceritanya seperti apa sih?

Jadi begini saya ceritain dulu deh awalnya ada seorang gadis yang hidup di Baduy. Rupanya gadis ini jatuh cinta pada lelaki luar yang bukan orang asli Baduy. Sebenarnya orangtua dari gadis ini tak setuju. Kalian tahu sendiri kan suku dan adat daerah Baduy ini sangat kental dan mematuhi peraturan adat Baduy. Tidak boleh menikah dengan pria atau wanita dari luar Baduy. Jika hal itu terjadi maka sudah tak di anggap sebagai anak kandung lagi. Di buanglah jadi tak ada urusan atau pun hubungan darah lagi.

Lalu misalkan si anak ini kembali pun hanya di anggap sebagai tamu saja, tak boleh tinggal lama atau pun menetap selamanya. Kalau pun ia ingin kembali harus dibuatkan upacara dan juga di hukum selama 40 hari. Wihh! Sungguh saya tuh jadi ngeri-ngeri sedap ya. Saat menonton film Ambu ini pun jadi berasa klimaksnya saat Laudya Cntya Bella ini memilih untuk balik dari Jakarta ke Baduy.

Sumpah, ngebayangin sepanjang nonton dari menit pertama sampai selesai itu sungguh dibuat emosi jiwa dan raga. Gimana ga, saya tuh jadi kesel deh saat si Baim Wong mengkhianati Fatma yang diperankan Laudya Cntya Bella. Sudah ga kerja minta uang saja sama istrinya. Untung Fatma buka usaha catering jadi selalu ada pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari. Cuma sayangnya nih Nona anaknya Fatma ini mainnya ke clubing terus. Masih anak SMA kok begitu ya!

Fatma memutuskan untuk menjual semua peralatan dan juga kendaraan catering. Dan memilih balik ke Baduy, untuk bertemu Ambu nya. Mungkin ia ingin meminta maaf dan sadar bahwa selama ini ia telah salah melangkah.

Lalu buat si Nona yang super anak clubing gitu bisa ya hidup di kota kelahiran Ibu nya? Hmm.... Makanya nonton ya film Ambu bakal tayang di bioskop seluruh Indonesia nanti tanggal 16 Mei 2019.

Hapsa

Sampai sekarang saya tuh masih ngerasain keindahan alam yang ditawarkan dalam film Ambu ini sangat asri banget dan asli alam bebas. Positifnya lagi dalam film ini itu kita bisa memetik manfaat setelah menonton film Ambu bersama keluarga. Bahwa betapa harus kita bersyukur kembali atas nikmat yang saat ini di miliki. Nikmat sehat, keluarga harmonis, anak-anak Sholeha, orangtua yang baik dan penyayang. Pekerjaan lancar dan segala yang kita mau sudah ada.

Cuma tuh ada yang janggal nih dalam film Ambu kan kita tahu adat Baduy itu tak ada yang boleh menggunakan sabun mandi, shampoo, apalagi sampai rias diri. Lah ini si Hapsa wanita dengan cucu banyak yang selalu berada di samping Ambu kok bisa gitu ya rias wajah pakai gincu segala lagi. Bisa warna-warni. Hihihi! Namanya juga film kan kalau para castingnya tampil tanpa make-up kan mungkin bisa tak kelihatan wajahnya. Apalagi di Baduy tak ada penerangan.

Bayangkan saja jika saya seperti Ambu Fatma melakukan kesalahan fatal sampai tak di akui anak oleh Ambunya, hanya karena sebuah cinta. Cinta akan dunia luar dan tak menghargai peraturan adat yang sudah ada. Apa jadinya jika saat kembali ke semesta pertama justru ditolak. Pasti langsung jerit menangis dan bingung harus bagaimana.

Didukung juga dengan soundtrack lagu dalam film Ambu ini di nyanyikan langsung oleh Widyawati. Saat mendengar lagunya dan juga lantunan musiknya. Seakan-akan hati ini seketika menangis dan ingat pada Ambu dirumah.

Jadi, seburuknya tingkah anak pada Ibunya. Sekeras hati anak pada Ibunya, tetap saja Ibu itu akan selalu menerima kita baik dalam keadaan sehat maupun sakit. Ibu tak memandang status kita, dan tak akan mengungkit kesalahan kita. Meskipun kita tahu rasa sakit itu masih berbekas dalam hatinya.

Inilah yang ingin ditunjukkan dalam film Ambu. Saya yang menontonnya pun ngenah banget dan merasakan betapa besar kasih Ibu pada anak-anaknya.

Saat Prescon para casting hadir

Komentar

  1. Film yang wajib bgt ditonton, keren, dan sedih, bikin baper bgt aku sebagai seorang ibu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan baper aja mba, tapi jadi ingin kesana lho! Mau lihat langsung keramahan orang Baduy seperti apa. Hehe suka deh sama kain sarungnya.

      Hapus

Posting Komentar

Silakan bertanya atau memberikan saran, kritik , dan komentar untuk blog saya

Postingan populer dari blog ini

Nasabah Manulife Indonesia Semakin Dimanjakan dengan wajah baru MiAccount

  Semakin tahun usia manusia bertambah maka pola pikiran pun sejatinya ikut berubah, yang tadinya cuma mikirin buat hidup sendiri justru setelah memiliki keluarga maka seluruh anggota keluarga pun jadi perlu kita urus, perlu diawasi dan diperhatikan Sama dengan halnya kesehatan, bagi aku yang memiliki anak-anak di usia sekolah, tentu menjadikan kesehatan itu penting paling utama dalam kehidupan! Dan pastinya Allah SWT prioritas kita sebagai hamba nya pada sang Pencipta. Beruntung sekali diajak meet up digital bersama teman-teman blogger, membahas saling mengenali wajah baru dari MiAccount Manulife Indonesia. Manulife Indonesia memiliki wajah baru pada MiAccount untuk nasabahnya dan perluasan jangkauan kemitraannya dengan Halodoc. Buat nasabah Manulife Indonesia kini kalian nggak perlu susah payah atau lelah dan kepanasan pergi ke kantor cabang untuk mengurus klaim asuransi atau pelayanan kesehatan ya Manulife Indonesia menghadirkan pembaharuan platform digital MiAccount, yaitu portal u

ke kebun teh 2 jam dari Pamulang

 Rencana ini dadakan biasa keluarga kami memang kalau mau bermain ke wisata alam atau tempat rekreasi selalu senangnya dadakan, tanpa direncanakan  Malah kalau saya suka rencana sekian budget untuk kami liburan suka gagal dan tak jadi pergi, dari situ sampai bosan rencanain namun pada akhirnya gagal pergi Dua jam perjalanan bermodalkan maps buat lihat peta rute yang akan kami tempuh dengan kendaraan roda dua berangkat dari rumah sekitar jam 9 pagi lalu sampai di kebun teh puncak jam 12 siang karena kami kebanyakan berhenti untuk isi bensin lalu beli minuman dan sempat nyasar karena saya salah baca Petunjuk di maps Kebun Teh Puncak Bogor daerah Gunung Mas Untuk tiket masuk dikenakan 5ribu rupiah lalu kendaraan roda dua dikenakan 3ribu atau 5ribu saya lupa hehehe pokoknya total semua 2 dewasa dan 2 anak ditambah motor 1 semuanya jadi 48ribu dan karcis masuk bisa ditukarkan dengan 1 bungkus teh cuma sayangnya saya ga tukar karena malas untuk pergi ke tea cafe nya hehehe Didalam lumayan si

Roti Q-ta Semua halal ada di Ciledug Kunciran

Huy buibu gimana hari harinya ditahun kedua setelah pandemi nih, masih begini aja sih kalau saya. Aktivitas dirumah aja bersama anak-anak!  Meskipun anak-anak masih bisa bermain dan belajar tapi tetap patuhi prokes sih kami, biar tetap sehat karena kesehatan itu mahal sekarang harganya hihihi Oh ya ngomongin soal toko roti aku mau share nih sama buibu pengikut blogku, kemarin aku sempat dong mampir ke toko bakery namanya Khasanah Sari  Toko khasanah sari rupanya sudah berdiri sejak 15 tahun yang lalu berawal buka hanya ada satu cabang pusatnya di daerah Bekasi Sekarang malah banyak cabang nya ada 60 toko khasanah sari yang tersebar di seluruh Jabodetabek! Harga yang ditawarkan pun terbilang relatif murah ya, mulai dari 4500 untuk roti berbagai rasanya. Ada kue tart size 16 atau 18 sekitar 50000 aja sampai 100000 juga lumayan murah  Rasanya juga enak , untuk rotinya itu empuk buibu ada best seller sih yang roti pizza tuh tapi k