sepuluh taun bebarengan



Kenal dengan dia memang sudah lama kami saling mengenal satu sama lain ketika saya masih berusia 16 tahun


Waktu itu akibat salah paham dengan teman SMP yang mengira kalau keponakan saya iseng telpon nyasar ke teman SMP saya


Memang lucu kalau di ingat kembali moment saya ngamuk sama dia gara-gara dia mengaku keponakan saya


Ehh Karna salah paham dan dia coba melakukan itu karena mencari jodoh! Malah beneran jodoh sama saya 


Dia ini siapa? Pasti pembaca bertanya-tanya, dia ini adalah mantan kekasih saya yang saat ini dia itu sudah menjadi imam saya alias suami


Memang pertemuan kami ini lucu dan mungkin dibilang orang-orang hanya pelampiasan atau cinta monyet ya 


Karena waktu itu saya masih abege dan dia juga baru berusia 18 tahun tapi saat itu dia sudah bekerja dan menjadi tulang punggung keluarganya


September 2009 pertemuan kami



Berlangsung di daerah Ciputat Tangerang Selatan waktu itu pas banget hari raya idul Fitri 


Karena saya orangnya tipe yang agak suudzhon mungkin sama orang jadi dia ngajak saya kerumahnya ketemu sama keluarganya


Tapi saya menolak dengan alasan belum siap kalau ketemu orangtua dan saudaranya takut engga diterima atau dibully atau diapa-apainlah! Segitunya pemikiran saya waktu itu 


Langsung deh dia ajak saya ke ragunan, wisata pertama sama anak orang hehehe masih status pacaran ya, dulu abege saya bandel banget dibilang orangtua ga boleh pacaran 


Malah saya nekat pacaran diem-diem aduh durhaka nih saya! Abis gimana ya namanya abege ketemu lelaki yang kasih perhatian dan chat chat manis bikin klepek-klepek auto terbang dong!


Memang pacaran itu menggoda ya hahaha lucu sih kalau ingat zaman abege beneran ngerasain yang namanya dimabuk asmara tapi sekarang malah biasa saja tuh!


Bertahan atau Tidak



Nah lho ada apakah kok bau bau aroma engga sedap nih, memangnya ada apa? Jadi gini saya itu dengan dia menikah sudah berjalan bulan Januari 2022 ini akan genap berusia 10 tahun


Woww angka yang lumayan besar ya atau bahkan cukup lama berarti ini sudah dititik rumah tangga apakah kami? ( kalau ada yang tahu boleh komen ya ) 


Pastinya kami sudah saling mengenal bahkan mengetahui masing-masing kelemahan dan kelebihan pasangan, dari sisi keluarga besar juga cukup paham 


10 years together




Gimana apakah pembaca ada yang pernikahannya sudah di usia sama dengan saya? Bagaimana keadaannya disini saya mau berbagi cerita sudah di titik jenuh pemicunya dia yang selalu marah acap kali perintah yang dia suruh engga saya laksanakan dengan cepat!


Orangtua utama Ibu mertua yang selalu ikut campur setiap kami ada masalah, contohnya saat dia sedang sakit bahkan anak-anak kami sakit selalu saya yang disalahkan, saya ga becus urus keluarga, saya yang terlalu boros, saya yang engga bisa menjaga mereka semua. Bahkan semuanya buruk Dimata orangtua dia


Ditambah lagi ibu mertua yang cerita ke saudaranya dikampung bahwasannya saya itu boros, saya pergi, aduh ngenes banget perjalanan rumah tangga saya


Memang awal menikah kami kedua orangtua engga memberi restu dengan alasan karena keluarga saya non muslim, dan bukan asli Jawa 


Maaf ya disini membawa suku bahkan agama karena memang sejatinya kami dipertemukan dengan agama yang berbeda, dan suku yang tak sama!


Tapi apakah karena itu kami engga boleh bersatu? Pada akhirnya Allah mempersatukan kami pasti ada alasan yaitu membuat saya mengenal siapa itu Allah , apa itu Islam dan bagaimana Nabi Muhammad SAW bisa sebegitu dicintainya makhluk paling mulia 


Disini saya bersyukur dengan cara menyakitkan tapi saya terselamatkan insyahallah


Balik kepada perjalanan pernikahan kami yang mungkin bagi saya sudah diambang ujung tombak, saya sendiri merasakan engga fair seperti ini, kenapa saya harus begini?


Tolong apakah pernikahan kami bisa diselamatkan, disini saya berada diposisi ragu untuk melangkah ke tahap selanjutnya yaitu perpisahan


Saya memikirkan masa depan anak-anak, saya engga mau mereka terluka, tapi disisi lain saya menderita , saya terluka, saya engga bisa apa-apa


Ditambah saat ini yang bekerja mencari uang hanya dia seorang, dia itu terlalu meremehkan saya, karena selama ini dia yang menghidupkan saya


Penghasilan saya Dimata dia katanya belum bisa menghidupkan sekeluarga paling cuma jajan jajan anak-anak


Astagfirullah, lulusan saya engga tinggi bahkan ga bisa mencari pekerjaan dengan bermodal tamatan SMP yang ijazahnya saja engga ada!


Sangat sangat mengintimidasi sekali dia dengan kekerasan verbalnya, saya memang tak pernah dapat bogem mentah dari dia, tapi kata-kata kasar dia selalu buat saya terluka!


Memang saya tak pernah cerita masalah ini dengan keluarga saya, yang ada kalau saya cerita nanti mereka malah menyalahkan saya mengapa dahulu mau menikah dengannya


Memang saya harus menerima semua konsekuensinya, bertahan atau tidak?


Saya hanya memanjatkan doa mohon Allah berikan saya petunjuk yang benar dan tak salah agar kami saling sama sama bahagia, agar anak-anak kelak tak kena imbas dari perpisahan kami andai terjadi hal yang tak kami inginkan


Menurut kalian para pembaca saya harus bagaimana? Lanjut bertahan demi anak-anak dan membesarkan mereka meskipun saya sekian kali terluka 

Tidak ada komentar